Sabtu, 07 Februari 2015

Cara Menggunakan Kabel Console di Linux



Mungkin rekan rekan yang sering menggunakan kabel Console untuk mengkonfigurasi Switch, Router, dll pada OS Windows mungkin sudah terbiasa dengan menggunakan program remote seperti PuTTY, Secure CRT, Hyper Terminal dll. lalu bagaimana jika mengunakan kabel Console pada OS Linux. disini saya ingin sedikit sharing bagaimana cara menggunakan kabel Console di Linux.  Kabel rollover atau biasa disebut kabel Console digunakan untuk menghubungkan dari terminal komputer ke router atau switch pada port Console.
kabel konsol biasanya berwarna biru muda untuk membedakannya dari jenis lain. The-pin out pada salah satu ujung kabel menggunakan DB9 dan ujung satunya menngunakan RJ-45. Cisco umumnya membekali perangkat jaringannya dengan kemampuan untuk di-manage (manageable). Secara default, konfigurasi untuk semua perangkat jaringan Cisco dapat dilakukan dari komputer melalui port console (console port).

(Contoh kabel Console)

Saat ini sudah tidak ada lagi Notebook keluaran terbaru yang masih menyertakan serial port. Untuk itu anda memerlukan kable console dengan converter USB.

(Kabel Serial to USB (DB9 Pin) merk ATEN UC 232A (RS232)

Install Minicom

Pertama tama Install terlebih dahulu program untuk Console di Linux menggunakan Minicom, masukan perintah berikut pada terminal.

$ sudo apt-get install minicom

Langkah selanjutnya adalah mengecek port console apakah sudah terdeteksi oleh Linux dengan menngunakan perintah 

$ dmesg | grep tty


disini terlihat bahwa port kabel console adalah ttyUSB0, langkah selanjutnya buka program minicom dengan perintah berikut.

$ sudo minicom -s

akan terlihat tampilan seperti di bawah ini, pilih Serial port setup lalu tekan Enter.


akan muncul tampilan seperti di bawah ini, tekan A pada keyboard untuk mengubah Serial Device lalu tekan Enter dan tekan E untuk mengubah bit rate nya


tekan E pada keyboard untuk mengubah bit rate nya. disini saya menggunakan bit rate 115200 untuk Switch Cisco. lalu tekan Enter.


pastikan pada settingan sudah benar lalu tekan enter


terakhir pilih Save setup as dfl lalu tekan Enter dan pilih Exit.


sampai disini kita sudah masuk pada Switch Cisco silahkan masukan password 




Ok sampai disini kita telah berhasil mengunakan kabel Console di Linux, Selamat mencoba. 

Kamis, 29 Januari 2015

KONFIGURASI ROUTING DINAMIC BGP PADA PACKET TRACER



Oke pada kesempatan kali ini saya akan berbagi ilmu sedikit tentang " Cara Konfigurasi Routing BGP di Packet Tracer " dengan settingan Dinamis..
Tanpa basa basi langsung saja saya mulai..
1. Susun router dan tentukan topologinya.. Disini saya menggunakan Topologi Bus dengan 3 router.

2. Setelah kalian membuat susunan diatas kita sambungkan komponen-komponen nya.

3. Setelah disambungkan, kita beri ip tiap serial kabel yang terhubung pada setiap router
;; Untuk melihat serial / fastethernet nya , dekatkan kursor ke kabelnya ;;
Setting Router 0
Router>en // enable berarti mengawali setting
Router# conf t // configure terminal berarti kita masuk ke konfigurasi terminalnya
Router (config) # int fa0/0 // interface fa0/0 berarti kita memilih int fa0/0 untuk di setting
Router (config-if) # ip add 192.168.1.1 255.255.255.0 // menambahkan ip pada kabel fa0/0
Router (config-if) # no shut // no shutdown untuk mengaktifkan ip nya
Router (config-if) # ex // exit untuk keluar dari settingan fa0/0
Router (config) #
Router (config) # int s2/0
Router (config-if) # ip add 192.168.2.1 255.255.255.0 // menambahkan ip pada kabel s2/0
Router (config-if) # no shut // no shutdown untuk mengaktifkan ip nya
Router (config-if) # ex // exit untuk keluar dari settingan s2/0
Router (config) #

Setting Router 1
Router>en // enable berarti mengawali setting
Router# conf t // configure terminal berarti kita masuk ke konfigurasi terminalnya
Router (config) # int fa0/0 // interface fa0/0 berarti kita memilih int fa0/0 untuk di setting
Router (config-if) # ip add 192.168.3.1 255.255.255.0 // menambahkan ip pada kabel fa0/0
Router (config-if) # no shut // no shutdown untuk mengaktifkan ip nya
Router (config-if) # ex // exit untuk keluar dari settingan fa0/0
Router (config) #
Router (config) # int s2/0
Router (config-if) # ip add 192.168.2.2 255.255.255.0 // menambahkan ip pada kabel s2/0
Router (config-if) # no shut // no shutdown untuk mengaktifkan ip nya
Router (config-if) # ex // exit untuk keluar dari settingan s2/0
Router (config) #
Router (config) # int s3/0
Router (config-if) # ip add 192.168.4.1 255.255.255.0 // menambahkan ip pada kabel s3/0
Router (config-if) # no shut // no shutdown untuk mengaktifkan ip nya
Router (config-if) # ex // exit untuk keluar dari settingan s3/0
Router (config) #

Setting Router 2
Router>en // enable berarti mengawali setting
Router# conf t // configure terminal berarti kita masuk ke konfigurasi terminalnya
Router (config) # int fa0/0 // interface fa0/0 berarti kita memilih int fa0/0 untuk di setting
Router (config-if) # ip add 192.168.5.1 255.255.255.0 // menambahkan ip pada kabel fa0/0
Router (config-if) # no shut // no shutdown untuk mengaktifkan ip nya
Router (config-if) # ex // exit untuk keluar dari settingan fa0/0
Router (config) #
Router (config) # int s2/0
Router (config-if) # ip add 192.168.4.2 255.255.255.0 // menambahkan ip pada kabel s2/0
Router (config-if) # no shut // no shutdown untuk mengaktifkan ip nya
Router (config-if) # ex // exit untuk keluar dari settingan s2/0
Router (config) #

4. Oke kalau sudah di setting semuanya maka akan tampil seperti ini
5. Kita setting semua Client dengan DHCP. buat Client menjadi dhcp

6. Oke setelah client di buat dhcp kita setting dhcpnya pada router
Router 0
Router>en // enable untuk memulai setting
Router# conf t // configure terminal // untuk masuk ke konfigurasi terminal
Router (config) # ip dhcp pool network // untuk masuk ke settingan dhcpnya
Router (dhcp-config) # network 192.168.1.0 255.255.255.0 // setting network client nya
Router (dhcp-config) # default-router 192.168.1.1 // untuk gateway client
Router (dhcp-config) # ex // keluar dari settingan dhcp
Router (config) #
Router 1
Router>en // enable untuk memulai setting
Router# conf t // configure terminal // untuk masuk ke konfigurasi terminal
Router (config) # ip dhcp pool network // untuk masuk ke settingan dhcpnya
Router (dhcp-config) # network 192.168.3.0 255.255.255.0 // setting network client nya
Router (dhcp-config) # default-router 192.168.3.1 // untuk gateway client
Router (dhcp-config) # ex // keluar dari settingan dhcp
Router (config) #
Router 2
Router>en // enable untuk memulai setting
Router# conf t // configure terminal // untuk masuk ke konfigurasi terminal
Router (config) # ip dhcp pool network // untuk masuk ke settingan dhcpnya
Router (dhcp-config) # network 192.168.5.0 255.255.255.0 // setting network client nya
Router (dhcp-config) # default-router 192.168.5.1 // untuk gateway client
Router (dhcp-config) # ex // keluar dari settingan dhcp
Router (config) #

;; Kalau settingan di atas sudah selesai, akan muncul seperti ini ;;

7. Nah kalau sudah setting  semua kita mulai setting BGP nyaa..
8. Oke kita mulai...
Router 0

:: remote-as untuk meremot router yang di tuju ::
:: Up itu berarti berhasil ::
Router 1

:: remote-as untuk meremot router yang di tuju ::
:: Up itu berarti berhasil ::
Router 2

:: remote-as untuk meremot router yang di tuju ::
:: Up itu berarti berhasil ::
nb : jangan lupa untuk masukkan network client setiap router 

9. Kalau sudah kita test.. apabila terdapat " Successful " berarti routing kita berhasil..


tes juga dengan ping ke client yang lain...

Oke cukup sekian ilmu dari saya... Kurang lebihnya mohon maaf... 

SAYONARA MINNA :D

Menghubungkan 2 segmen jaringan yang berbeda pada Cisco Packet Tracer


Hey guys, kali ini saya akan membahas bagaimana cara untuk menghubungkan 2 segmen jaringan LAN yang berbeda pada Cisco Packet Tracer. Sebenernya ini tugas kuliah jadi mau saya sekalian share juga di web ini, siapa tau bermanfaat :D. Oke kita mulai tutorialnya :)
Link video dapat diakses di, Klik disini.
1. Pertama-tama buka aplikasi Cisco Packet Tracer nya terlebih dahulu.


2. Buatlah 2 buah jaringang LAN yang saling terpisah, berikut gambaran skemanya :
Network 1
200.1.1.0 /24
Network 2
200.1.1.0 /24
menggabungkan-2-jaringan-1
3. Berikan alamat IP pada setiap komputer sesuai dengan kelompok jaringannya.
- Network 1
Komputer 1
IP Address : 200.1.1.10
Subnet mask : 255.255.255.0
Gateway : 200.1.1.1
- Network 2
Komputer 2
IP Address : 200.1.2.10
Subnet mask : 255.255.255.0
Gateway : 200.1.2.1
Komputer 3
IP Address : 200.1.2.11
Subnet mask : 255.255.255.0
Gateway : 200.1.2.1



4. Sekarang untuk menggabungkan kedua jaringan yang berbeda kelompok tersebut, kita harus menggunakan router dalam menjebatani kedua jaringan tersebut agar kedua jaringan yang berbeda tersebut dapat terhubung. Tambahkan router untuk mnghubungkan ke 2 jaringan, letakan router pada pertengahan 2 jaringan yang berbeda. Pilih router jenis paling terbaru.



5. Hubungkan ke-2 jaringan tersebut dari switch menuju router dengan menggunakan kabel straight, colokan ke port Fast Ethernet pada router.
menggabungkan-2-jaringan-2



6. Setelah anda mengkoneksikan router dengan switch, sekarang saatnya untukmengkonfigurasi router. Status pada kabel yang berwana merah menunjukan status belum terkoneksi.
menggabungkan-2-jaringan-3


7. Buka router lalu masuk ke tab “CLI”, Maka anda akan masuk ke jendela Command Line Router. Pertama-tama anda akan dihadapkan dengan pesan :
“Continue with configuration dialog? [yes/no]:”
Ketikan “No” jika anda tidak ingin menampilkan konfigurasi dialog dan mengkonfigurasi secara manual.
Untuk mengkonfigurasi router, jalankan komentar ini pada Command Line Router :
Enable                                                             ← Untuk memulai mengkonfigurasi router
Configure terminal                                       ← Untuk masuk ke menu konfigurasi router
Banner motd “1212510075”   ← Untuk memberikan banner harian pada CLI sebelum login
Enable password praktek1                         ← Mengaktifkan password konsole
Interface fastethernet0/0               ← Untuk masuk ke menu Interface Fast Ethernet 0/0
Ip address 200.1.1.1 255.255.255.0        ← Mengatur alamat IP pada interface
No shutdown                                                 ← Mengaktifkan Interface agar tidak mati
exit                                                         ← Keluar dari menu Interface Fast Ethernet 0/0
Interface fastethernet0/1                 ← Untuk masuk ke menu Interface Fast Ethernet 0/1
Ip address 200.1.2.1 255.255.255.0      ← Mengatur alamat IP pada interface
No shutdown                                                ← Mengaktifkan Interface agar tidak mati
End                                                                 ← Kembali ke menu konfigurasi pertama
Write                                                              ← Menyimpan konfigurasi yang telah diatur
menggabungkan-2-jaringan-4
menggabungkan-2-jaringan-5



8. Setelah anda mengkonfigurasi router tersebut, coba lihat apakah benar router telah terpasang password dan bannernya. Dengan cara :
Exit ← Untuk menutup/keluar dari konfigurasi router
Tekan enter, lihat apakah banner sudah terpasang dan coba anda masuk kembali untuk mengkonfigurasi router dengan komentar “Enable”. Apabila anda harus memasukan password maka konfigurasi setting password anda berhasil.
menggabungkan-2-jaringan-6



9. Keluar dari jendela router, dan apabila konfigurasi pada router berhasil status pada kabel dari switch menuju router sudah menunjukan status hijau, apabila status berwana oranye maka router sedang dalam proses untuk dapat terkoneksi.
menggabungkan-2-jaringan-7



10. Coba lakukan tes “ping” pada komputer di jaringan Network2 menuju komputer di jaringan Network1. Dengan cara :
- Buka salah satu komputer di jaringan Network2
- Pergi ke tab “Desktop” → Pilih layanan “Command Prompt”
menggabungkan-2-jaringan-8
- Lakukan test ping dengan menuliskan komentar “ping alamat_ip_yang_dituju”
ping 200.1.1.10



11. Apabila dari melakukan tes ping mendapatkan hasil “reply” dari komputer yang dituju. Maka kedua segmen jaringan yang berbeda tersebut sudah berhasil saling terkoneksi, apabila mendapatkan hasil “request time out” secara terus menerus, coba cek kembali konfigurasi pada routernya. Coba ulangi langkah-langkah pada point 7 atau cek apakah komputer sudah diberikan alamat IP dengan benar.

Kamis, 22 Januari 2015

INSTALASI DAN KONFIGURASI CACTI PADA UBUNTU 12.04


1. CACTI

    Cacti adalah salah satu software yang digunakan untuk keperluan monitoring yang banyak digunakan saat ini. Cacti menyimpan semua data/informasi yang diperlukan untuk membuat grafik dan mengumpulkannya dengan database MySQL. Untuk menjalankan Cacti, diperlukan software pendukung seperti MySQL, PHP, RRDTool, net-snmp, dan sebuah webserver yang support PHP seperti Apache atau IIS


      Cacti adalah salah satu aplikasi open source yang menrupakan solusi  pembuatan grafik network yang lengkap yang didesign untuk memanfaatkan kemampuan fungsi RRDTool sebagai  peyimpanan data dan pembuatan grafik. Cacti menyediakan pengumpulan data yang cepat, pola grafik advanced, metoda perolehan multiple data, dan fitur pengelolaan user. Semuanya dikemas secara intuitif, sebuah interface yang mudah digunakan  mudah dipahami untuk local area network hingga network yang kompleks dengan ratusan device. Dengan menggunakan cacti kita dapat memonitor trafik yang mengalir pada sebuah server.

    Jika menginstall cacti pada sistem anda, sebaiknya diketahui bahwa paket-paket berikut merupakan paket yang harus ada pada sistem :

Apache 2 sebagai web Server dan php supportnya.
Mysql Server dan php support.
RRDTool.
Cacti (latest version).
(sumber : http://kalin.blog.uns.ac.id/2011/12/14/cacti/ )

2. TUTORIAL INSTALASI DAN KONFIGURASI CACTI

   Sebelum menginstall cacti, pastikan paket-paket di atas telah terinstall pada sistem anda. Jika anda ragu apakah paket tersebut sudah terinstal atau belum, lakukan pengecekan terlebih dahulu. Langkah-langkah pengecekan paket dan intstalasi dan konfigurasi cacti akan dijelaskan sebagai berikut :
1. Masuk ke terminal Ubuntu
    $ sudo su
 
   Sudo adalah program yang terdapat di linux yang digunakan untuk menjalankan perintah yang membutuhkan akses dari akun root. Sudo hanya dapat digunakan oleh user yang sudah terdaftar di file /etc/sudoers.
   Sudo su memberikan kewenangan agar user biasa dapat bertingkah seperti super user (sudo --> super user do) sehingga user biasa pun dapat leluasa "menguasai sistem".

2. Masukkan password ubuntu anda
    *****
    password yang saya gunakan adalah 12345

3. Lakukan pengecekan untuk setiap paket yang dibutuhkan sebelum menginstal cacti dengan cara seperti di bawah ini :
    dpkg -l |grep <jenis paket yang akan dicek>

pada praktikum yang saya lakukan, perintahnya adalah seperti ini :
   dpkg -l |grep apache2
   dpkg -l |grep mysql
   dpkg -l |grep rddtool
   dpkg -l |grep cacti

    Perintah dpkg merupakan salah satu package manager yang dapat kita gunakan untuk melakukan management (install/uninstall).
Perintah dpkg banyak macamnya, salah satunya adalah dpkg -l yang merupakan perintah untuk melihat daftar package yang telah terinstall beserta versi package yang telah terinstall dan deskripsinya.  Sedangkan |grep digunakan untuk mencari file-file yang mengandung teks dengan kriteria yang telah anda tentukan.

4. Jika paket-paket di atas belum terinstall, maka lakukan penginstalan untuk setiap paketnya.

a. Install apache2 web server dengan php supportnya, dengan cara :
 apt-get install apache2 apache2.2-common apache2-mpm-prefork apache2-utils libapache2-mod-php5 php5-cli php5-common php5-cgi

b. Install mysql server dengan php support, dengan cara :
   apt-get install mysql-server mysql-client libmysqlclient16-dev php5-mysql make gcc g++  cgilib libfreetype6 libttf-dev libttf2 libpngwriter0-dev libpng3-dev libfreetype6-dev libart-2.0-dev snmp

c. Install RRDTool  : apt-get install rrdtool

d. Install Cacti dengan : apt-get install cacti

   Perintah apt-get install ini digunakan untuk menginstall paket yang kita inginkan.

Pada saat proses installasi mysql nanti akan ada form untuk pengisian password “root” mysql, isi saja sesuai dengan keinginan anda dan databasenya akan otomatis ter-create ketika proses instalasi Cacti. Pastikan semua paket yg diinstall itu tidak mengalami error dan failed. Setelah itu maka langkah berikutnya adalah mengkonfigurasi cacti dengan cara mengakses via browser dengan alamat http://ip-server/cacti/ atau kalau dari localhost gunakan url :http://localhost/cacti/ maka akan keluar tampilan seperti dibawah ini :






Pilih " New Install ", kemudian Next.


Setelah instalasi cacti selesai, klik Finish. Kemudian akan muncul tampilan user login seperti di bawah ini :




 Masukkan password defaultnya yaitu admin. Ketika saya memasukkan password, login saya tidak berhasil sehingga saya mereset ulang passwordnya. Reset ulang password dapat dilakukan dengan cara memasukkan password terus menerus pada user login hingga kita diminta untuk mereset ulang passwordnya. Kemudian masukkan password yang diinginkan seperti di bawah ini :



 Setelah login maka anda akan masuk ke halaman depan cacti, seperti gambar.


Kemudian tambahkan Device, dengan cara pilih menu Device kemudian klik add (pada bagian kanan).
Maka akan muncul tampilan seperti berikut :

Description : Isikan nama device yang akan dimonitoring.
Hostname : Isikan IP Address dari device yang akan dimonitoring.
Host Template : Pilih “Local Linux Machine” atau ucd/net SNMP Host jika device yang akan dimonitoring PC biasa seperti windows client.
SNMP Version : Pilih sesuai versi SNMP yang di setup di device Gateway, dalam hal ini version
SNMP Communitiy : umumnya pakai “public” tapi jika memang di set lain, tinggal menyesuaikan.
Pada tugas saya, yang akan dimonitoring adalah router kampus Politeknik Caltex Riau, sehingga konfigurasi yang saya lakukan adalah seperti gambar di atas.
    Lalu pada bagian Associated Data Query, pilih Add Data Query SNMP – Interface Statistic dan Index – Method  Uptime Goes Backward, kemudian tekan Add.
   Untuk memastikan SNMP berjalan pada device, klik Verbose Query pada bagian Associated Data Query di SNMP – Interface Statisticnya.
   Ketika hasil yang ditampilkan tidak mengandung error maka klik Save.
Cara menampilkan grafik monitor dari device :

Pada halaman utama Cacti, pilihlah menu Create Graph for your new devices.
Lalu pilih Graph Templates yang ingin anda tampilkan.
Lalu Select a graph type: saya memilih yang In/Out Bytes with Total Bandwidth.
Jika sudah lengkap maka, klik tombol create.
Gambar di bawah ini merupakan hasil dari monitoring di Lab 234 Politeknik Caltex Riau :

Pada awalnya tidak akan terlihat grafik – grafiknya, dengan menunggu beberapa menit maka akan muncul keseluruhan dari grafiknya beserta traffic datanya.